Jumat, 01 Desember 2017

1 gajian , traktiran lazizaa di kantor.
2 pergi ke bandung
3 sampe di bandung ga ada pak bos
4 ngenet2 biasa di dicoding space
5 pulang balik sby kehujanan di kereta sarungan

24 berangkat ke bandung bdc bdd
25 jalan ke alun2, bdc, power bank 2
26 bdd terus pulang

Rabu, 15 November 2017

Dulu pada awalnya aku adalah anak yang suka bermain dengan teman - teman di sekitar. Dulu aku suka sekali main bola, kelereng, dan kejar - kejaran. Aku bermain bola dengan bola bekas air mineral gelas, bola itulah yang kami mainkan bersama. Aku merasa sangat hebat sekali , banyak gol yang telah aku ciptakan. Bahkan gol sekelas Zidane (pemain bola yang terkenal waktu itu) pernah aku lesakkan ke dalam gawang lawan. Iya, gawang dengan sandal jepit. kami lakukan itu di depan kelas. Kelas yang hanya 2 kelas saja. Kelas 1 dan Kelas 2 Madrasah Ibtida'iyah.

Itulah kisah yang membuatku merasa bangga sampai sekarang, pernah lagi aku main kelereng. aku main kelereng dengan satu teman karibku. Ia mengajakku sepulang sekolah untuk duel bermain kelereng di depan kelas. pada saat jam istirahat aku membeli modal kelereng sebanyak empat buah dan itu dengan harga yang sangat murah yakni 100 rupiah.

Kemudian di sore harinya aku mulai bersiap untuk menandingi temanku ini yang telah memiliki modal kelereng sebanyak 30 buah. aku dengan sigap mengincar kelerengnya dengan presisi. Cettaass! bunyi kelerengku menabrak kelerengnya dengan keras. dengan kedua tangan di depan mata lalu terdapat kelereng di tengahnya itulah cara yang kupakai untuk membidik kelerengnya.

Dengan sengitnya aku bermain, sempat kalah beberapa kali namun akhirnya aku mendapatkan 20 kelereng darinya. ini adalah pencapaian yang paling membanggakan waktu itu. dengan hanya 4 kelereng aku bisa mendapatkan 20 kelereng. dia merasa gusar dan ingin terus bermain denganku.

*
namun apa daya hal ini sudah dilarang oleh ibu kepala sekolah, karena bisa dikatakan judi. jadi aku hentikan permainan ini karena aku rasa juga permainan ini bisa merugikan dan bisa menguntungkan salah satu pemjain. bisa menjadi titik awal perjudian dengan saling memiliki kelereng teman yang kalah bermain. pelajran ini tak akan aku lupakan karena sampai sekarang aku menjauhi judi dan semacamnya.
*

kelanjutan dari permainanku dengan temanku tadi ini berlanjut sangat seru , sampai aku lupa waktu untuk pulang. namun temanku ini tetap ingin melanjutkan pertandinganku ini. sampai - sampai aku merasa ada yang aneh di dalam pertuku. dari awal permainan sampai sekarang aku terus jongkok dan jongkok. agar kelereng temanku bisa pas terkena tembakanku jongkok harus kulakukan, namun ada sesuatu yang tidak beres kembali terasa di perutku.

Brrrtt Brrt.. aku kentut. "Bro, udah ya aku sakit perut nih" aku berkata agar segera menyudahi permainan. dia tidak sedikit mengurangi niatnya untuk mengalahkanku. permainan pun terus berlangsung. sampai pada akhirnya sakit perutku ini tak tertahankan. aku pun berlari untuk segera pulang ke rumah. aku pun kaget kudapati kotoran sudah berada di celana ku. berwarna kuning dan lengket. itulah pengalaman yang tak terlupakan, iya pengalaman keciprit.

--

ssstt, bro nomor dua apa jawabannya?, kata temanku febri. Aku merasa bingung apa yang harusku lakukan. aku kemudian meneruskan untuk mengerjakan soal. "ssstt apa bro jawabannya? 1 soal 200 rupiah bro", kini ia menawari dengan imbalan yang lumayan. Aku pun terpikat dengan tawarannya. Kuberikan jawabanku kepadanya. dan aku mendapat upah 1000 rupiah. hehe sesampainya bel berbunyi ia berterima kasih kepadaku. aku pun segera membeli es moni yang segar di siang hari itu. Namun aku merasa berat, aku menjual kejujuranku kepada orang lain dengan harga yang murah. aku merasa tidak enak dengan hasil memberi jawabanku ini. namun bagaiman lagi, aku tidak punya pilihan.

Aku tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, karena sekarang aku sadar bahwa perbuatan itu adalah bibit kejahatan. Iya kejahatan tindak korupsi. Ketidakjujuranku ini mendapatkan upah, sama halnya dengan pejabat - pejabat rakus di indonesia sekarang. asal ada uang proyek dimana - mana bisa berjalan mulus tanpa hambatan. apalah dayaku ini seorang lulusan sarjana yang baru bekerja di kantoran. harusnya aku beraksi, entah kapan nanti.

Aku berusaha untuk memberi tahu temanku tadi untuk tidak melakukan hal demikian lagi. aku akan membantumu untuk belejar. namun apa daya ia tidak bisa mengerjakan soal lagi. terpaksa aku berikan jawabanku. Aku takut tidak memiliki teman kalau tidak melakukan hal tersebut. semua teman pun juga begitu. merasa tidak suka kalau ada yang tidak membagikan jawabannya.

--

dari kisah tentang keciprit kemarin aku agak menjadi tahu kalau perut sudah memberikan sinyal, maka aku haru segera menjawab respon tersebut. Tidak lagi aku menunda - nunda menjawab sinyal itu. Karena tidak baik juga bagi kesehatan menahan BAB.

Suatu hari aku mendapati salah seorang guru memberikan pengumuman - pengumuman. pengumuman yang pertama, seluiruh siswa akan mengikuti ujian akhir semester bulan depan dan pengumuman yang lain aku lupa namun pengumuman ini tidak aku lupakan yaitu akan diadakannya lomba membaca puisi. aku merasa tertantang untuk mengikutinya. karena akan mendapatkan hadiah yang menarik.

aku terus mencari ibu di rumah sepulang sekolah. aku ingin dicarikan puisi untuk kujadikan teks puisi pada saat lomba. ibu pun dengan senang hati ikut membantu proses persiapan lomba membaca puisi ini. akhirnya dituliskannya teks itu di buku tulisku.

terus aku mencari tahu bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar. aku pun mulai berlatih membaca puisi dengan penghayatan terhadap teks puisi yang ada. aku baca berulan - ulang kali. aku baca dari baris atas sampai akhir puisi. setelah penghayatan lumayan aku kuasai , aku pun beralih untuk melatih intonasi membaca puisi ku. aku mulai dengan nada pelan dan santai, kemudian disalah satu kata aku pun menaikkan nada dan membaca sambil menaikkan besarkan dadaku. aku membesrakan suaraku. kemudian di akhir kalimat kuturunkan kembali nadaku itu hingga berakhir kata dalam teks puisi.

suatu hari kemudian datanglah dimana hari lomba membaca puisi diadakan. setelah kami melaksanakan ujian semester tidak banyak kegiatan belajar mengajar, yang ada malah banyak jam kosong dan teman - teman dengan riang bermain di setiap sudut sekolah. tak lama kemudian ibu guru menyiapkan panggung di tengah lapangan kecil di depan kelas. kumudian juga ia siapkan sound system untuk mengeraskan suara.

Tak sadar waktu lomba dimulai, ibu guru akan memanggil nama siswa yang akan maju. "Erwin", nama temanku dipanggil duluan, aku sudah gugup menunggu pemanggilan nama peserta lombai itu. aku beruntung tidak maju pertama. ketika temanku mulai membaca puisinya, aku langsung takjub dengan metode yang ia terapkan di dalam membacakan puisi. dengan penghayatan dan intonasinya ia mampu mendapatkan tepukan keras dari para penonton. Nama kedua pun dipanggil, "Mimif", iya akhirnya giliranku, aku maju dengan elegannya ke atas panggung. Aku mulai baca puisiku sesuai dengan metode latihanku , karena aku yakin akan mengalahkan temanku tadi. dengan bangganya.

Keesokan harinya, aku mendapati aku tidak mendapat hadiah itu, aku sedih sekali karena sudah memberikan usaha yang maksimal namun belum beruntung. Pelajaran ini aku ambil hikmahnya sekarang. Setidaknya kita pernah mencoba dan belajar untuk menggapai sesuatu, meskipun hasilnya jauh dari harapan. tidak apa, pengalaman itu sangat berharga.

bersambung.

Minggu, 12 November 2017

Assalamualaikum
Lama tak jumpa, lama pula jempol ini tak menulis lagi. Minggu pagi yang cerah. Aku bangun dibangunkan temanku ahmad. Ia telah begadang dari malam sampai pagi. Aku disuruhnya bangun subuh. Lalu aku mandi karena rasanya sangat gerah bajuku ini yg kupakai sejak kemarin dari malang. Penuh dengan keringat yang bercucuran saat kepanasan ac mati di kereta.

Setelah mandi aku lalu sholat. Kemudian aku beristirahat sejenak sambil melihat smartphone. Lalu aku teringat akan tugas clientku dan aku pun selesaikan saat itu juga.

Tk lama setelah tugas ku selesaikan, aku ditawari ahmad untuk makan mie instan. Dibuatkannya 2 porsi 2 porsi tak segan ku tak memakannya.

Set 8 aku berangkat menjemput chusnul untuk mengajaknya pergi ke sebuah seminar membahas tentang literasi. Berisikan 3 narasumber yg keren.

Yang pertama adalah pak ihsan , beliau adalah seorang pejabat pemerintahan di posisi kepala dinas pendidikan surabaya. Beliau menginspirasiku dengan program program yang dijalankannya. Salah satu program yang paling membuatku kagun adalah program membaca alquran di sekolah dan di rumah. Program ini digalakkan oleh pemerintah. Ini efek yang ditimbulkan jika kita memiliki pemimpin muslim , syariah terasa mudah digiatkan kepada masayarakat. Kemudian beliau memaparkan program menulis cerita , membaca buku sehingga anak keturunan kita nanti akan menjadi anak yang gemar membaca. Mengapa demikian, karena negara singapura terdapat perpustakaan yang dimana setiap tahun dikunjungi sedikitnya 250 juta lebih banyak dari pada di perpustakaan indonesia yang hanya 100.000 kunjungan. Hal inilah menjadi motivasi saya untuk terus membaca banyak buku. Karena semakin banyak membaca maka kita akan merasa rendah hati dan berpandangan luas.

**" kalau ingin mengalahkan kehebatan seseorang maka bacalah semua buku yang telah ia baca kemudian ditambah 1 buku lagi"**

itulah kata yang akan aku kenang selalu . Bagaimana kita kalau ingin menjadi hebat.

Kemudian aku melihat di poster banner yang besar dan menjadi latar belakang, disitu tertulis  nama dan foto narasumber ke dua kita , namanya reno ia adalah anak yang sudah banyak berkecimpung di dunia literasi. Wajahnya kulihat lebih tua dari aku. Kemudian  kukira ia juga sudah lulus sarjana dan sepertinya mau ngambil s2 nya. ternyata tidak, ia hanyalah anak kelas 2 sma di surabaya. Hal itu sangat membuatku malu. Dalam hati terus bertanya, dulu aku ngapain aja yaa pas sma pas kuliah juga  aku ngapain aja ya. Anak ini punya karisma tersendiri suara dan intonasi nya enak didengar.  Ia menginspirasi untuk terus gemar membaca dan berkarya.  Tidak ada yg mudah didapat tanpa usaha.  Semua orang bisa menjadi hebat karena banyaknya buku yang ia baca. Para orang besar di indonesia juga membaca banyak buku, para pahlawan tokoh dan sejarawan lainnya.

Anak ini punya semangat yang membara , ia mampu membuatku kagum namun tidak dengan bacaannya yang membuatku khawatir adalah ia mempelajari gerakan kiri atau komunis. Ia membaca buku tan malaka dan ia pun juga mengaguminya aku takut ia nanti akan menjadi pki.

Waktu pun terus berlalu tak terasa udah masuk azan dhuhur, chusnul memegang i perutnya. Ia berkata kalau ia sudah lapar. Kemudian panitia mengarahkan untuk segera melakukan ishoma. Kami berdua tak tunggu waktu lama lagi segera mengambil jatah makanan. Kami memakannya dengan lahap. Chusnul merasa masih kurang. Aku berikan nasi untuknya.

Lalu kami beranjak dari gedung seminar menuju ke masjid. Ada hal yang membuatku resah dari awal sampai akhir. Aku temukan kancing bajuku hilang satu. Dibagian yang palinv bawah. Untunglah aku masih punya kancing cadangan di bawah bagian balik baju . Mau gimana lagi kalau tidak begitu kelihatan perut besarku ini. Ngomong ngomong bobot ku mencapai 84 kilo gram. Sedih rasanya ingin sekali keturunan beratku ini.

Lalu sesampainya di masjid kami berpisah ia berada di ruang wanita. Aku pergi ke tempat wudhu yang ada dibawah bagian masjid. Lalu aku sholat dhuhur dengan suasana yang sejuk di tengah panasnya kota surabaya.

Setelah sholat aku merasa kurang enak perut. Aku kentut berulang kali. Lama sudah tak bab. Inilah efek tidak pernah olahraga. Metabolisme menjadi kurang teratur. Aku merasa sangat butuh sekali untuk olahraga.

Lalu aku dan chusnul jalan2 sejenak mengitari taman unair c , terdapat kolam besar di tengahnya.  Ada hewan dan tumbuhan yang membuat taman menjadi hidup. Ada angsa ada pula merpati mereka bebas berkeliaran. Tak jauh dari situ juga ada unair global day dimana merayakan pekan babasa dengan mengadakan bazaar dan mengundang para mahasiswa dari berbagai negara yang tinggal di sekitar unair.

Chusnul mengisyaratkan untuk membeli es degan di gerobak penjual bakso. Sempat kesal karena mbak penjual seperti kurang niat dalam melayani pembelinya. Lama kami menunggu hingga 10 menit untuk mbaknya segera melayani kami. Hingga akhirnya kami bayar 7ribu untuk es degan itu.

Lalu kami segera beranjak ke tempat seminar lagi karena kami sudah telat beberapa waktu. Sesampainya di tempat kami tidak terlambat. Namun kancing di perutku ini rasanya udah tak tahan lagi untuk melepaskan dari baju. Lalu kami berdua pun kembali menuju tempat duduk kami yang berada di depan di kursi VIP. Disitu kami tak sendiri ada ochi dan nadia.

Lalu sesi seminar yang dibawakan tere liye sudah dimulai. Kami berdua baru pertama kali melihat nya di depan mata kami. Orangnya biasa saja ia memakai kaos oblong dan pakai sandal jepit. Diawal perkenalannya ia memakai kan sweater milik nya. Kata chusnul dia keren, memakai pakaian ditengah acara dan menjadi pusat perhatian. Sampai - sampai kami lupa meminta file presentasi dari panitia.

Orangnya sangat biasa rendah hati dan suka bergurau. Tampak ia seorang yang bijak dan berorientasi pada iman dan islam yang teguh. Tak ragu lagi aku untuk membaca novelnya. Aku mulai dengan membaca novelnya yang ku didownload pdf secara gratis. maafkan karena anggaran bulan ini sudah menipis karena dipakai belanja untuk kami berdua.

Ia merupakan putra dari pulau sumatera tepatnya dari riau. Gaya bahasanya juga sama seperti ustad abdul shomad , ustad yang lagi kondang sekarang di youtube. Ceramahnya menginspirasi banyak orang. Kebetulan juga disebelah kananku ada anak dari riau yang antusias mengikuti seminar Tere Liye.

Tere Liye mengawali presentasi nya dengan sedikit guyonan. Ia bilang kalau pajak penulis itu terlalu tinggi sampai sampai ia tidak ingin menulis lagi. Tapi urusan itu sudah diselesaikan dengan menteri keuangan indonesia ibu sri mulyani. Dia tampak sumringah urusannya sudah terselesaikan dan ia pun tetap akan menulis.

Bersambung.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!