Assalamualaikum
Lama tak jumpa, lama pula jempol ini tak menulis lagi. Minggu pagi yang cerah. Aku bangun dibangunkan temanku ahmad. Ia telah begadang dari malam sampai pagi. Aku disuruhnya bangun subuh. Lalu aku mandi karena rasanya sangat gerah bajuku ini yg kupakai sejak kemarin dari malang. Penuh dengan keringat yang bercucuran saat kepanasan ac mati di kereta.
Setelah mandi aku lalu sholat. Kemudian aku beristirahat sejenak sambil melihat smartphone. Lalu aku teringat akan tugas clientku dan aku pun selesaikan saat itu juga.
Tk lama setelah tugas ku selesaikan, aku ditawari ahmad untuk makan mie instan. Dibuatkannya 2 porsi 2 porsi tak segan ku tak memakannya.
Set 8 aku berangkat menjemput chusnul untuk mengajaknya pergi ke sebuah seminar membahas tentang literasi. Berisikan 3 narasumber yg keren.
Yang pertama adalah pak ihsan , beliau adalah seorang pejabat pemerintahan di posisi kepala dinas pendidikan surabaya. Beliau menginspirasiku dengan program program yang dijalankannya. Salah satu program yang paling membuatku kagun adalah program membaca alquran di sekolah dan di rumah. Program ini digalakkan oleh pemerintah. Ini efek yang ditimbulkan jika kita memiliki pemimpin muslim , syariah terasa mudah digiatkan kepada masayarakat. Kemudian beliau memaparkan program menulis cerita , membaca buku sehingga anak keturunan kita nanti akan menjadi anak yang gemar membaca. Mengapa demikian, karena negara singapura terdapat perpustakaan yang dimana setiap tahun dikunjungi sedikitnya 250 juta lebih banyak dari pada di perpustakaan indonesia yang hanya 100.000 kunjungan. Hal inilah menjadi motivasi saya untuk terus membaca banyak buku. Karena semakin banyak membaca maka kita akan merasa rendah hati dan berpandangan luas.
**" kalau ingin mengalahkan kehebatan seseorang maka bacalah semua buku yang telah ia baca kemudian ditambah 1 buku lagi"**
itulah kata yang akan aku kenang selalu . Bagaimana kita kalau ingin menjadi hebat.
Kemudian aku melihat di poster banner yang besar dan menjadi latar belakang, disitu tertulis nama dan foto narasumber ke dua kita , namanya reno ia adalah anak yang sudah banyak berkecimpung di dunia literasi. Wajahnya kulihat lebih tua dari aku. Kemudian kukira ia juga sudah lulus sarjana dan sepertinya mau ngambil s2 nya. ternyata tidak, ia hanyalah anak kelas 2 sma di surabaya. Hal itu sangat membuatku malu. Dalam hati terus bertanya, dulu aku ngapain aja yaa pas sma pas kuliah juga aku ngapain aja ya. Anak ini punya karisma tersendiri suara dan intonasi nya enak didengar. Ia menginspirasi untuk terus gemar membaca dan berkarya. Tidak ada yg mudah didapat tanpa usaha. Semua orang bisa menjadi hebat karena banyaknya buku yang ia baca. Para orang besar di indonesia juga membaca banyak buku, para pahlawan tokoh dan sejarawan lainnya.
Anak ini punya semangat yang membara , ia mampu membuatku kagum namun tidak dengan bacaannya yang membuatku khawatir adalah ia mempelajari gerakan kiri atau komunis. Ia membaca buku tan malaka dan ia pun juga mengaguminya aku takut ia nanti akan menjadi pki.
Waktu pun terus berlalu tak terasa udah masuk azan dhuhur, chusnul memegang i perutnya. Ia berkata kalau ia sudah lapar. Kemudian panitia mengarahkan untuk segera melakukan ishoma. Kami berdua tak tunggu waktu lama lagi segera mengambil jatah makanan. Kami memakannya dengan lahap. Chusnul merasa masih kurang. Aku berikan nasi untuknya.
Lalu kami beranjak dari gedung seminar menuju ke masjid. Ada hal yang membuatku resah dari awal sampai akhir. Aku temukan kancing bajuku hilang satu. Dibagian yang palinv bawah. Untunglah aku masih punya kancing cadangan di bawah bagian balik baju . Mau gimana lagi kalau tidak begitu kelihatan perut besarku ini. Ngomong ngomong bobot ku mencapai 84 kilo gram. Sedih rasanya ingin sekali keturunan beratku ini.
Lalu sesampainya di masjid kami berpisah ia berada di ruang wanita. Aku pergi ke tempat wudhu yang ada dibawah bagian masjid. Lalu aku sholat dhuhur dengan suasana yang sejuk di tengah panasnya kota surabaya.
Setelah sholat aku merasa kurang enak perut. Aku kentut berulang kali. Lama sudah tak bab. Inilah efek tidak pernah olahraga. Metabolisme menjadi kurang teratur. Aku merasa sangat butuh sekali untuk olahraga.
Lalu aku dan chusnul jalan2 sejenak mengitari taman unair c , terdapat kolam besar di tengahnya. Ada hewan dan tumbuhan yang membuat taman menjadi hidup. Ada angsa ada pula merpati mereka bebas berkeliaran. Tak jauh dari situ juga ada unair global day dimana merayakan pekan babasa dengan mengadakan bazaar dan mengundang para mahasiswa dari berbagai negara yang tinggal di sekitar unair.
Chusnul mengisyaratkan untuk membeli es degan di gerobak penjual bakso. Sempat kesal karena mbak penjual seperti kurang niat dalam melayani pembelinya. Lama kami menunggu hingga 10 menit untuk mbaknya segera melayani kami. Hingga akhirnya kami bayar 7ribu untuk es degan itu.
Lalu kami segera beranjak ke tempat seminar lagi karena kami sudah telat beberapa waktu. Sesampainya di tempat kami tidak terlambat. Namun kancing di perutku ini rasanya udah tak tahan lagi untuk melepaskan dari baju. Lalu kami berdua pun kembali menuju tempat duduk kami yang berada di depan di kursi VIP. Disitu kami tak sendiri ada ochi dan nadia.
Lalu sesi seminar yang dibawakan tere liye sudah dimulai. Kami berdua baru pertama kali melihat nya di depan mata kami. Orangnya biasa saja ia memakai kaos oblong dan pakai sandal jepit. Diawal perkenalannya ia memakai kan sweater milik nya. Kata chusnul dia keren, memakai pakaian ditengah acara dan menjadi pusat perhatian. Sampai - sampai kami lupa meminta file presentasi dari panitia.
Orangnya sangat biasa rendah hati dan suka bergurau. Tampak ia seorang yang bijak dan berorientasi pada iman dan islam yang teguh. Tak ragu lagi aku untuk membaca novelnya. Aku mulai dengan membaca novelnya yang ku didownload pdf secara gratis. maafkan karena anggaran bulan ini sudah menipis karena dipakai belanja untuk kami berdua.
Ia merupakan putra dari pulau sumatera tepatnya dari riau. Gaya bahasanya juga sama seperti ustad abdul shomad , ustad yang lagi kondang sekarang di youtube. Ceramahnya menginspirasi banyak orang. Kebetulan juga disebelah kananku ada anak dari riau yang antusias mengikuti seminar Tere Liye.
Tere Liye mengawali presentasi nya dengan sedikit guyonan. Ia bilang kalau pajak penulis itu terlalu tinggi sampai sampai ia tidak ingin menulis lagi. Tapi urusan itu sudah diselesaikan dengan menteri keuangan indonesia ibu sri mulyani. Dia tampak sumringah urusannya sudah terselesaikan dan ia pun tetap akan menulis.
Bersambung.



0 komentar:
Posting Komentar