Aku awali hari dengan bangun tidur, Ibu sudah membangunkan aku dari tidur untuk segera ambil wudlu dan sholat malam. Aku baru teringat kalau aku belum sholat isya. Aku lihat wajah Ibu yang merengut setelah tahu aku belum menunaikan kewajibanku. Aku minta maaf ibu.
Kemudian aku lompat dri musholla ke meja makan, disitu tersedia makan sahur telur yang telah dibumbui dengan sambal khas ibu. Aku makan dengan ayah yang sudah terlebih dulu sahurnya.
Setelah itu aku duduk bersantai dengan menahan rasa kenyang setelah makan sahur dan minum air lumayan banyak. Ibu dan ayah menanyaiku tentang hal apa yang telah aku lakukan selama seminggu ini di kampus. Aku merasa tidak enak telah meninggalkan mereka begitu lama dan hanya memberikan waktu 8 jam di rumah itupun aku gunakan untuk tidur. Sungguh sangat sebentar.
...
Setelah sholat subuh tubuh mulai terasa berat dan mulai siap untuk tidur, walau hanya sebentar. Dan tak terasa Ibu membangunkanku lagi untuk segera pergi ke kampus. Saat itu aku merasa bersalah lagi, karena waktuku untuk ibu hanya saat bangun tidur saja. Ibu pun pergi mencari nafkah untuk keluarga.
Sungguh engkau Ibu yang terhebat si dunia. No one else.
...
Aku masuk kelas dan telat 45 menit, sungguh memalukan bagi sebuah permulaan. Untung saja dosen masih mentolerir dan aku langsung duduk. Geometri efek visual, entah itulah nama kuliahnya. Membahas segalanya tentang geometri, namun aku tergugah untuk menulis diary setelah ikut kuliah pak suki. Terima kasih Bapak.
...
Malamnya setelah maghrib ke kampus lagi untuk mengikuti pelatihan sc, disitu aku banyak dapat ilmu baru yang sangat berharga. Apalagi dengan amanah yang sedang aku pegang dengan erat di tangan ku ini, PENGKADERAN. Ya Allah bantulah hambamu ini, mudahkanlah jalan yang telah aku pilih ini. Jadikan aku dan keluargaku termasuk orang2 yang diberi pertolongan. Amiin.



0 komentar:
Posting Komentar